Banner 468

14.4.12

TUTORIAL PRINTER

 

Perkembangan industri printer pada hari-hari terakhir memaksa kita untuk lebih serius mempelajari karakter-karakter printer terbaru sehingga gangguan-gangguan pada penggunaan printer yang diakibatkan oleh modifikasi ataupun hal-hal yang lain dapat kita cermati dan kemudian dapat kita berikan jalan keluar terbaik, berikut ini kami akan memberikan sedikit paparan tentang kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada printer inkjet dan tentunya yang kami sampaikan ini tidak lengkap dan jauh dari kesempurnaan, tapi kami berharap bisa bermanfaat, bagi kita para teknisi printer.

Permasalahan Pada Printer Inkjet.

Pada printer Canon, Epson, dan semua type Inkjet, jumlah pencetakannya akan selalu diakumulasikan hingga batas tertentu. Bila sudah mencapai batas yang ditetapkan, maka akan Overload dengan ditandai lampu LED menyala secara bergantian atau disebut dengan BLINKING dan bahkan mati total, jika hal ini terjadi, maka mau tidak mau printer harus dibawa ke service center. Hal ini tidak masalah jika rumah kita dekat. Lalu bagaimana jika Rumah Kita Di Luar Kota atau bahkan di Luar Pulau? Solusinya kita harus menservice sendiri printer kita, syaratnya harus punya software RESETTER dan trik bagaimana meresetnya. Dengan Software ini anda juga bisa membuka service Printer di rumah, dan pasti akan menjadi salah satu sumber uang.

Printer Blinking.

Printer Anda tidak bisa nge-print? Lampu power dan lampu error menyala terus alias BLINKING. Itu karena protection counter yang sedang menyelamatkan printer Anda, maksudnya protection counter tersebut memberitahu Anda bahwa tinta buangan dalam tangki penampungan sudah penuh.
Jika saja protection counter ini tidak memberitahu Anda maka tangki tinta pembuangan akan terus terisi ketika melakukan proses head cleaning dan penuh hingga membanjiri printer Anda dan kemungkinan printer Anda akan rusak total. Jadi akibat hal tersebut printer Anda tidak berfungsi. Untuk mengatasi hal ini, tangki penampungannya harus di bersihkan/dikosongkan dahulu. Setelah itu Anda harus me-reset protection counter dengan bantuan software khusus.
Sayang sekali software untuk me-reset protection counter-nya tidak diberikan dalam paket penjualan printernya.

Proses terjadinya blinking.

Printer Inkjet pada semua tipe, memiliki sensor untuk menghitung berapa jumlah kertas yang telah tercetak dan hal ini akan terus diakumulasikan hingga mencapai batas yang
telah ditetapkan oleh masing-masing vendor printer. Apabila batas tersebut telah tercapai maka akan terjadi overload dengan ciri-ciri lampu akan berkedip bergantian (merah-kuning, atau hijau-oranye) kejadian ini disebut dengan Blinking.
Sebenarnya Blinking maupun waste ink sebagai counter (penghitung) dimana kegunaan counter ini adalah untuk prepare jangan sampai limbah tinta di dalam printernya melebihi kapasitas busa / padnya (waste pad) sehingga kepenuhan dan luber, kalau sudah luber malah kotor khan .. dan bisa merembes ke part yang lain.
Kalau Anda memperhatikan modifikasi printer Epson atau Canon dengan menggunakan tinta infus, selalu dipasang botol kosong
dibelakang body printer tersebut. Mengapa ? Hal ini dilakukan agar yang dibuang pada saat pertama printer dinyalakan ataupun pada saat proses cleaning tidak memenuhi busa penampungan.

Selain kerusakan blinking pada printer, ada beberapa macam kerusakan lain, diantaranya yaitu :

1. Printer Inkjet.

- Indikator kerusakan akibat driver tidak benar
- Dokumen berwarna yang tercetak hanya 1 warna
- Warna cetakan tidak bersih
- Hasil cetakan dan tampilan layar tidak sesuai
- Teks yang divetak terpotong pada pojok kiri bawah, tepi kiri, atau tepi bawah
- Teks atau gambar tercetak terbalik (seperti efek kaca)
- Pembesaran/pengecilan tidak benarf
- File yang hanya satu halaman tercetak berulang kali, 2 kali atau lebih.
- Warna yang keluar bergaris atau tidak sesuai
- Garis lurus tercetak rusak/hancur
- Terlihat garis putih/bercak-bercak pada hasil cetakan
- Warna cetakan tergores atau tidak rata
- Printer tidak dapat mencetak
- Kertas tidak berjalan dari putaran printer
- Kerusakan pada rangkaian dasar seperti paper feed (pengumpan kertas), head printer, carriage (pembawa) head printer, power supply, electronic control package

2. Printer Laser.

- Indikator kerusakan akibat driver tidak benar
- Adanya tetesan, goresan dari daerah yang meredup
- Terdapat goresan hitam pada bagian depan kertas
- Pada saat mencetak, hasil yang ditemui hanya garis hitam horizontal
- Pada saat mencetak, hasil yang ditemui terdapat noda hitam dibagian belakang kertas.
- Hasil cetakan normal, tapi ada garis sepanjang sisi kanan
- Kerusakan pada rangkaian dasar seperti paper feed (pengumpan kertas), head printer, carriage (pembawa) head printer, power supply, electronic control package.

3. Printer Dot Matrix.

- Kerusakan akibat kabel data printer
- Kerusakan pada card I/O pada IC Bus
- Indikator error akibat driver printer
- Kualitas cetakkan buruk, hasil tampak redup akibat jarum tidak bekerja dengan baik
- Saat mencetak muncul karakter aneh
- Head printer bergerak manu mundur dengan baik tidak mencetak / kadang-kadang saja
- Hasil cetakan memiliki satu atau lebih baris dot yang hilang, nampak sebagai garis putih, gejala yang timbul pada saat self-test
- Printer tidak mau mencetak dibawah kontrol komputer
- Head printer tidak mau mencetak sama sekali
- Power supply mati, printer tidak bisa beroperasi
- Printer tidak mau mencetak sama sekali, error not ready muncul pada komputer
- Panel kontrol printer tidak berfungsi sama sekali
- Penggerak printer (kertas , carriage (pembawa head ), dsb) tidak berfungsi dengan baik (tidak berfungsi sama sekali)
- Printer tidak mau menginisialisasi setelah dinyalakan, tidak ada aktifitas yang nampak setelah power dinyalakan
- Operasi printer menjadi beku atau menjadi tidak menentu
- Alarm paper out (kertas keluar) muncul pada panel walaupun kertas masih ada
- Carriage (pembawa head) tidak menemukan posisi rumahnya atau bergerak tidak menentu
- Kontrol temperatur tidak efektif, temperatur tidak pernah naik atau naik di luar kontrol
- Pengerak kertas tidak berfungsi sama sekali
- Kertas meleset atau bergerak kacau sepanjang platen (transportasi kertas friction-feed)
- Penggerak carriage (pembawa head) tidak berfungsi
- Kerusakan pada rangkaian dasar seperti paper feed (pengumpan kertas), head printer, carriage (pembawa) head printer, power supply, electronic control package.
Readmore...
11.4.12

ISTILAH BIDANG AUDIO

 
Dibawah ini beberapa istilah/bahasa yang digunakan dalam dunia audio.

Dibawah ini beberapa istilah/bahasa yang digunakan dalam dunia audio.

Anechoic Chamber :
Suatu ruangan yang dirancang khusus untuk menghilangkan pantulan suara dari dinding. Idealnya, sebuah anechoic chamber tidak menimbulkan pantulan suara pada frekuensi berapa pun (dindingnya menyerap semua frekuensi) dan dapat ‘me-reproduksi’ suara asli yang telah di rancang/desain seakurat mungkin terhadap percobaan yang kita lakukan disitu.


Audio Mixer : Suatu alat yang berfungsi sebagai penguat dan penyeimbang dari beberapa sumber suara, menjadi satu keluaran (output) yang memenuhi kriteria untuk menjadi masukan (input) pada alat perekam.

Atmosfer : Suara yang diambil untuk menerangkan suasana keadaan sekitar dari suatu objek.


Basilar membrane :
Suatu lapisan didalam rumah siput telinga bagian dalam kita yang bertugas menganalisa frekuensi dari gelombang suara yang diterima oleh gendang telinga.

Bi Directional : Microphone yang mencegah suara dari samping, tapi sangat peka pada arah depan dan belakang.

Bit : Unit paling dasar yang digunakan ddalam sistem digital dari
tingkat suara

Broadcast : Mixer yang ada di broadcast room yang memusatkan perhatiannya pada kualitas audio yang akan direkam atau ditayangkan secara live on air.

Cardioid : Bagian dari Uni Directional, mempunyai pola penerimaan suara satu arah.

Clipping :
Sesuatu yang terjadi sewaktu amplitudo suara melewati
ambang batasmaksimum. Umumnya suara menjadi pecah.

Clip On :
enis microphone yang bentuknya kecil, dengan posisi pemakaian mic dipasangkan pada baju atau kostum pengisi acara. Bisa dengan cara dijepitkan ataupun dengan cara ditempel.

Condenser : Jenis microphone yang menggunakan cara kerja dengan condensator.

Compressor :
Alat yang digunakan untuk mengatur dynamic range suara.


Complex tone :
Nada/suara yang mempunyai beberapa kandungan frekuensi, 99,9% jenis suara yang kita dengar adalah complex tone, hanya beberapa suara saja yang disebut pure tone (mempunyai kandungan satu macam frekuensi saja) seperti sine wave, beberapa jenis suara burung dan lain-lain.

Critical bandwidth :
Lebarnya bandwidth suatu band-passed noise yang dapat menutup suatu narraow band signal yang mempunyai frekuensi tengah dalam daerah yang sama. Critical band diartikan suatu daerah yang membatasi suatu sensasi roughness dimana satu frekuensi dapat terdengar dengan jelas.

DAW (Digital Audio Workstation) :
Perangkat rekaman yang berbasis digital atau komputer. Seperti Nuendo, cubase, Sonar dll...

Diffuser :
Alat/materi yang secara umum memantulkan suara dan dipasang untuk mengurangi suatu pantulan yang terfokus, biasanya diffuser dipakai untuk menyebarkan frekuensi tertentu ke segala arah dengan rata (sering disebut dengan sebutan diffuser).

Difraksi:
Salah satu sifat suara yang dapat “memutar” jika menabrak benda yang besarnya lebih kecil dari gelombangnya.

Decibel : Suatu unit untuk menunjukan keras lemahnya suara.

Diapragm : Komponen inti microphone yang bekerja pada tekanan kelajuan gelombang bunyi.

D.I. Box : Alat yang berfungsi sebagai pendorong alat musik sebelum
masuk ke mixer audio

DV Cam : Kaset yang dipakai oleh VTR.

Dynamic : Jenis microphone mempunyai diaphragm yang kecil, menggunakan prinsip kerja induksi.


Early reflection/pantulan-pantulan awal suara;
Pantulan-pantulan awal suara dari sumber suara yang sampai ketelinga kita rata-rata dengan satu/dua kali memantul dari dinding/langit-langit/lantai. Besarnya sangat dipengaruhi oleh koefisien penyerapan suara dari bahan-bahan yang terpasang pada dinding /langit-langit/lantai. Suara ini biasanya sampai ditelinga kita tidak lebih dari 50ms setelah suara asli dari sumber suara sampai.


Equalizer :
Alat untuk menaikan atau membesarkan level suara (dB) pada frequency tertentu.





Fundamental frequency/frekuensi dasar:
Frekuensi alam (natural frequency terendah yang dihasilkan suatu system (harmonic pertama).

Frekuensi/frequency:
Banyaknya getaran yang terjadi dalam jangka waktu tertentu (satuan nya adalah Hertz, yang biasa disingkat Hz).

FOH (Front Of House):
Tempat yang digunakan untuk meng-control sound system.


Feedback : Suara mendengung akibat suara yang dihasilkan masuk
kembali ke sumber suara yang menghasilkan suara tersebut.

FOH (Front Of House) :
Control area yg berada didepan panggung. Umumnya membalance signal/suara pada PA System.


Harmonic:
Frekuensi-frekuensi spectrum suara yang berkelipatan bulat terhadap frekuensi dasar.


Handheld Microphone :
Microphone yg dipegang oleh tangan/microphone genggam.

Hertz : Suatu unit ukuran untuk frekuensi atau cycles per second.

Hypercardioid : Bagian dari Uni Directional mempunyai pola penerimaan suara satu arah yang lebih sempit lagi dari pola super cardioid.

Input : Masukan.

Infrasonic:
Frekuensi/suara dibawah batas pendengaran kita (kurang dari 20Hz).

Millisecond (ms):
Mili-detik. Sama dengan satu perseribu detik (1/1000 detik = 1 ms).

Noise:
Suara yang tidak dinginkan.

Overtones:
Frekuensi –frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi dasar, dapat berkelipatan bulat atau pecahan.

PA (Public Address) System:
Bahasa professional untuk sound system yg menghadap ke penonton.

Phonemes:
Bagian suara terkecil/tersingkat dari suatu bahasa.

Pink Noise :
Frekuensi dari 20Hz-20KHz dibunyikan secara bersamaan dengan volume kekerasan yang sama.

Resonansi:
Bagian suara terkecil/tersingkat dari suatu bahasa.

Reverberation time:
Waktu yang dibutuhkan suara untuk berkurang 60dB disuatu ruangan yang mempunyai dinding-dinding reflective.

Reverberance:
Suatu sensasi reverberation didalam sebuah ruangan, dapat juga diartikan sensasi dimana kita dikelilingi oleh suara.

RTA (Real Time Analyzer):
Alat untuk mendeteksi frequency, bentuknya seperti PDA namun built in microphone.

Tinnitus :
Sensasi ringing/buzzing/roaring/mendengung didalam telinga. Adalah suatu bentuk kerusakan yang terjadi dalam telinga kita.

Speech Intelligibility :
Kemampuan untuk mendengar dan memahami suatu pembicaraan,

SPL (sound pressure Level) :
Level tekanan yg di sebabkan gelombang suara biasa dengan satuan dB, bisa dilihat di setiap microphone (kemampuan SPL sebuah Microphone).

Ultra sonic :
Frekuensi/suara diatas batas pendengaran kita (diatas 20.000 Hz)

White noise:
Suara yang tidak mengandung informasi, dimana suara ini mempunyai energy yang sama pada tiap interval frekunsinya. Contoh adalah suara air terjun.

Microphone :
Suatu alat yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik.

Mixer Monitor :
Mixer yang ada dibelakang atau disamping panggung yang konsentrasinya adalah untuk melayani pembagian suara dan balancing monitor diatas panggung.

Multi effect processor : Alat yang dipergunakan untuk memberikan effect – effect pada suara.

Off – Mike : Perubahan jarak antara microphone yang digunakan dengan
sumber suara sehingga sudut penerimaan tidak tepat, suara yang dihasilkanpun menurun
levelnya.

Omni Directional :
Microphone yang dapat menerima suara dari segala arah.

Output : Keluaran.

Pasca Produksi : Tahap penyelesaian yaitu kegiatan finalisasi sebuah produksi

Polar Pattern : Pola arah penerimaan suara dari suatu microphone.

Pra Produksi : Tahap perencanaan untuk menghasilkan sebuah program atau hasil karya sebelum proses produksi berlangsung

Produksi : Tahap melakukan produksi atau pelaksanaan dari sebuah acara.

Ribbon : Jenis microphone yang bekerja menggunakan ribbon foil metal.

Sensitivity :
Besar kecilnya energy listrik yang dihasilkan oleh
microphone akibat energy suara yang mengenai membran
microphone.

Shotgun : Jenis microphone yang paling terarah. Berbentuk stik dengan sensitivitas yang tinggi.

Stereo : Penempatan data dalam 2 discrete channel.

Super Cardioid : Bagian dari Uni Directional mempunyai pola penerimaan suara satu arah yang lebih sempit lagi dari pola sub cardioid.

Sub Cardioid : Bagian dari Uni Directional mempunyai pola penerimaan suara satu arah yang lebih sempit lagi dari pola cardioid.

Uni Directional : Microphone yang menerima suara hanya dari satu arah saja.

Wired microphone : Microphone yang menggunakan koneksi kabel.

Wirelless microphone :
Microphone nirkabel yakni microphone yang koneksinya tidak menggunakan kabel. Mentransmisikan sinyalnya menggunakan pemancar radio FM kecil yang terhubung kepada receivernya dalam satu sound system.

VTR : Video Tape Recorder yaitu alat yang berfungsi sebagai player dan atau recorder dari DV Cam
Readmore...
7.4.12

Sifat gelombang suara dan karakteristik

 

Suara

Suara adalah gelombang mekanis yang merupakan osilasi tekanan ditularkan melalui, gas/padat/cair atau, terdiri dari frekuensi dalam kisaran pendengaran dan dari tingkat yang cukup kuat untuk didengarkan, atau sensasi oleh getaran dirangsang pada organ pendengaran.

Gelombang mekanik atau materi.

adalah gelombang yang memerlukan media untuk berjalan. Bahan berosilasi tidak bergerak jauh dari posisi kesetimbangan awal, karena hanya energi yang ditransfer oleh partikel yang terhubung. gelombang dan suara adalah contoh dari fenomena ini.

Gelombang mekanik membutuhkan masukan energi awal. Setelai energi awal yang ditambahkan, gelombang itu bergerak melalui medium sampai semua energi ditransfer.

 
Propagasi suara.

Suara adalah urutan gelombang tekanan yang merambat melalui media kompresibel seperti udara atau air. (Suara dapat merambat melalui zat padat juga, tetapi ada tambahan mode propagasi). Selama propagasi, gelombang dapat dipantulkan, dibiaskan, atau dilemahkan oleh medium.
Perilaku propagasi suara umumnya dipengaruhi oleh tiga hal: 

- Hubungan antara kepadatan dan tekanan. Hubungan ini, dipengaruhi oleh suhu, menentukan kecepatan suara di dalam medium.
- Propagasi ini juga dipengaruhi oleh gerakan media itu sendiri. Misalnya, suara bergerak melalui angin. Independen gerakan suara melalui medium, jika medium bergerak, suara selanjutnya diangkut.
- Viskositas medium juga mempengaruhi gerakan gelombang suara. Hal ini menentukan tingkat di mana suara dilemahkan. Untuk banyak media, seperti udara atau air, redaman karena kekentalan diabaikan.
Bila suara bergerak melalui media yang tidak memiliki sifat fisik yang konstan, dapat dibiaskan (baik didispersikan atau fokus).

Persepsi suara.

Persepsi suara dalam setiap organisme terbatas pada kisaran frekuensi tertentu. Bagi manusia, pendengaran biasanya terbatas pada frekuensi antara 20 Hz dan 20.000 Hz (20 kHz), meskipun batas-batas ini tidak pasti. Batas (frekuensi atas) umumnya menurun dengan usia. Spesies lain memiliki jangkauan yang berbeda dalam hal mendengarkan. Misalnya, anjing dapat merasakan getaran lebih tinggi dari 20 kHz, tetapi tuli terhadap apa pun di bawah 40 Hz. Sebagai sinyal dirasakan oleh salah satu indera utama, suara digunakan oleh banyak spesies untuk mendeteksi bahaya, navigasi, predasi, dan komunikasi. Atmosfer bumi, air, dan hampir semua fenomena fisik, seperti kebakaran, hujan, angin, ombak, atau gempa bumi, menghasilkan (dan ditandai dengan) suara yang unik. Banyak spesies, seperti katak, burung, mamalia laut dan darat, juga telah mengembangkan organ khusus untuk menghasilkan suara. Dalam beberapa spesies, ini menghasilkan lagu dan pidato. Selanjutnya, manusia telah mengembangkan budaya dan teknologi (seperti musik, telepon dan radio) yang memungkinkan mereka untuk menghasilkan, merekam, mengirim, dan suara siaran. Studi ilmiah tentang persepsi suara manusia dikenal sebagai psychoacoustics.

Fisika bunyi.

Getaran mekanis yang dapat diartikan sebagai suara yang mampu melakukan perjalanan melalui semua bentuk materi: gas, cairan, padatan, dan plasma. Hal yang mendukung suara disebut medium. Suara tidak dapat melakukan perjalanan melalui ruang hampa.

Gelombang Longitudinal dan transversal.
Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatannya tegak lurus arah getarannya ( usikannya ).
 Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatannya sejajar dengan arah getarnya ( arah usikannya )


Sifat gelombang suara dan karakteristik.

Gelombang suara sering disederhanakan memenuhi uraian dalam bentuk gelombang sinusoidal pesawat, yang dicirikan oleh sifat-sifat umum:

Frekuensi, atau kebalikannya, periode
Panjang gelombang (Wavelength)
bilangan gelombang ( Wavenumber)
amplitudo (Amplitude)
tekanan suara (Sound pressure)
suara intensitas ( Sound intensity)
Kecepatan suara (Speed of sound)
arah (Direction)

Kadang-kadang kecepatan dan arah digabungkan sebagai vektor kecepatan; bilangan gelombang dan arah digabungkan sebagai vektor gelombang.
Gelombang transversal, juga dikenal sebagai gelombang geser, memiliki sifat polarisasi, tambahan, dan bukan merupakan karakteristik dari gelombang suara.

Kecepatan suara.

Kecepatan suara tergantung pada gelombang yang melewati medium, dan merupakan properti fundamental dari materi. Secara umum, kecepatan suara sebanding dengan akar kuadrat dari rasio modulus elastis (kekakuan) dari kepadatannya medium. Mereka sifat fisik dan kecepatan perubahan suara dengan kondisi ruang. Sebagai contoh, kecepatan suara dalam gas tergantung pada temperatur. Pada 20 ° C (68 ° F) udara di permukaan laut, kecepatan suara sekitar 343 m / s (1.230 km / jam; 767 mph) dengan menggunakan rumus "v = (331 + 0,6 T) m / s" . Di air tawar, juga pada 20 ° C, kecepatan suara adalah sekitar 1.482 m / s (5.335 km / jam; 3.315 mph). Dalam baja, kecepatan suara adalah sekitar 5.960 m / s (21.460 km / jam; 13.330 mph) kecepatan suara juga sedikit sensitif (efek orde kedua anharmonic) dengan amplitudo suara, yang berarti bahwa. ada efek propagasi nonlinier, seperti produksi harmonisasi dan nada campuran tidak hadir dalam suara asli (lihat berbagai parametrik).

Akustik.

Akustik adalah ilmu interdisipliner yang berkaitan dengan studi dari semua gelombang mekanik dalam gas, cairan, dan padatan termasuk getaran, USG suara, dan infrasonik. Seorang ilmuwan yang bekerja di bidang akustik adalah acoustician sementara seseorang yang bekerja di bidang teknologi akustik dapat disebut seorang insinyur akustik atau audio. Penerapan akustik dapat dilihat di hampir semua aspek masyarakat modern dengan yang paling jelas adalah audio dan industri kebisingan kontrol.

( NOISE )kebisingan.

Kebisingan adalah istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada suatu suara yang tidak diinginkan. Dalam ilmu dan teknik, kebisingan merupakan komponen yang tidak diinginkan yang mengaburkan sinyal yang diinginkan.

Peralatan untuk berurusan dengan suara.

Peralatan untuk menghasilkan atau menggunakan suara termasuk alat musik, alat bantu dengar, sistem sonar dan reproduksi suara dan peralatan penyiaran. Banyak dari transduser penggunaan elektro-akustik seperti mikrofon dan pengeras suara.

















Readmore...
5.4.12

Decoder Stereo

 
Dalam transmisi FM stereo saluran kiri dan kanan secara aljabar dikodekan menjadi (kiri + kanan) dan perbedaan (kiri-kanan) sinyal. Hal ini dilakukan untuk membuat penerima FM mono yang kompatibel dengan transmisi stereo. Penerima mono akan mereproduksi jumlah saluran kiri dan kanan dan pendengar akan mendengar kedua saluran ini melalui pengeras suara tunggal.
Rangkaian Decoder Stereo adalah sirkuit yang digunakan dalam penerima FM stereo untuk memulihkan informasi saluran kiri dan kanan dari sinyal transmisi komposit. Tugas ini dicapai dengan menambahkan sinyal perbedaan dengan sejumlah sinyal  untuk memulihkan saluran kiri dan mengurangkan sinyal perbedaan dari sejumlah sinyal  untuk memulihkan saluran yang tepat.
Rangkaian Decoder Stereo menggunakan IC MC1310P dari Motorola. MC1310P adalah chip IC decoder stereo yang tersedia dalam paket plastik 14 pin DIL. Dalam sinyal sirkuit komposit jika diberi umpan ke input pin (PIN2) dari IC melalui decoupling kapasitor C12. Kapasitor C6 dan C7 melakukan pekerjaan penyaringan listrik. C3 kapasitor ditambah Resistor R3 dan R4 membentuk RC untuk rangkaian osilator IC internal. Resistor R2 ditambah kapasitor C1 dan C2 membentuk loop filter. D1 adalah indikator LED dan R1 membatasi arus yang melalui itu. Keluaran didekode stereo kiri dan kanan tersedia masing-masing di pin 4 dan 5. C10 dan C11 adalah kapasitor decoupling DC untuk output kiri dan kanan.
Readmore...

SUARA DAN AUDIO

 


Suara adalah
• fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda
• getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yangberubah secara kontinyu terhadap waktu.
BENDA BERGETAR ==> PERBEDAAN TEKANAN DIUDARA==> MELEWATI UDARA====>PENDENGAR

Suara berhubungan erat dengan rasa “mendengar”. Suara/bunyi biasanya merambat melalui udara. Suara/bunyi tidak bisamerambat melalui ruang hampa. 

KONSEP DASAR
Suara dihasilkan oleh getaran suatu benda. Selama bergetar, perbedaan tekanan terjadi di udara sekitarnya. Pola osilasi yang terjadi dinamakan sebagai “GELOMBANG”. Gelombang mempunyai pola sama yang berulang pada interval tertentu,yang disebut sebagai “PERIODE” . Contoh suara periodik : instrument musik, nyanyian burung, dll. Contoh suara nonperiodik : batuk, percikan ombak, dll 

Suara berkaitan erat dengan:
1. Frekuensi
- Banyaknya periode dalam 1 detik- Satuan : Hertz (Hz) atau cycles per second (cps)
- Panjang gelombang suara (wavelength) dirumuskan = c/f Dimana c = kecepatan rambat bunyiDimana f = frekuensiContoh:Berapakah panjang gelombang untuk gelombang suara yangmemiliki kecepatan rambat 343 m/s dan frekuensi 20 kHz?Jawab: WaveLength = c/f = 343/20 = 17,15 mm.Berdasarkan frekuensi, suara dibagi menjadi: Infrasound 0Hz – 20 Hz, Pendengaran manusia 20Hz – 20 KHzUltrasound 20KHz – 1 GHzHypersound 1GHz – 10 TH 

Manusia membuat suara dengan frekuensi : 50Hz – 10KHz.Sinyal suara musik memiliki frekuensi : 20Hz – 20Khz.Sistem multimedia menggunakan suara yang berada dalam range pendengaran manusia.

Suara yang berada pada range pendengaran manusia sebagai “AUDIO”, dan gelombangnya sebagai “ACCOUSTIC SIGNALS”. Suara diluar range pendengaran manusia dapat dikatakan sebagai “NOISE” (getaran yang tidak teratur dan tidak berurutandalam berbagai frekuensi, tidak dapat didengar manusia).

2. Amplitudo.
  • Keras lemahnya bunyi atau tinggi rendahnya gelombang.
  • Satuan amplitudo adalah decibel (db)
  • Bunyi mulai dapat merusak telinga jika tingkat volumenya lebihbesar dari 85 dB dan pada ukuran 130 dB akan mampu membuathancur gendang telinga
3. Velocity
  • Kecepatan perambatan gelombang bunyi sampai ke telingapendengar.
  • Satuan yang digunakan : m/s
  • Pada udara kering dengan suhu 20 °C (68 °F)m kecepatanrambat suara sekitar 343 m/.
  Prinsip dasar proses Mixing Audio
 
Proses Audio Mixing  adalah proses pengolahan sinyal audio secara internal dan digital yang dilakukan untuk membuat sinyal keluaran menjadi padu dan indah, seperti memadukan beberapa rekaman suara seperti gitar, bass, drum, synth bank, dll.
Mixing pada umumnya dilakukan setelah proses rekaman berlangsung, hasil akhir yang diinginkan adalah keluaran suara yang “pro”.
A. MONITORING LEVEL
Sebisa mungkin mixing dengan menggunakan headphone yang baik, jika  menggunakan merek sennheiser PX100 yang kualitasnya sangat baik dalam keseimbangan dan respon frekuensi yang lebar serta rata (flat), walau aplikasinya untuk mobile devices tapi baik juga digunakan mixing monitoring level artinya level volume pada saat kita mixing.
Kalau kita mixing dengan volume yang terlalu pelan, maka kemungkinan besar hasil mixing anda akan kebanyakan bass. Ada hubungan nya dengan teori kurva fletcher / munson yang singkatnya mengatakan bahwa telinga manusia pada saat volume rendah tak seberapa sensitif pada low & high frequency. disini terlihat bahwa telinga manusia memiliki kelemahan. menurut kurva diatas, jika kita mencari frekuensi rendah, misalnya 30 Hz, kita tidak akan menemukannya pada level volume (sound pressure level) rendah. kita hanya akan mendengar frekuensi tersebut jika kita memperbesar level volume sampai diatas 60dB. tetapi sangat tidak disarankan untuk menaikkan level volume sampai diatas 100dB karena akan merusak telinga anda. kira2 70-85dB
lah, cara mengukurnya juga dengan SPL meter yang ditempatkan di output speaker. kalau mau patokan mudahnya, kita masih bisa mendengar teman kita berbicara dalam radius 1 meter.
B. EXCITER
Alat ini berguna untuk meng-create frekuensi tinggi, bedakan dengan equalizer. equalizer bekerja dengan prinsip mem-boost frekuensi yang kita inginkan. dengan exciter kita akan mendapatkan sound yang tidak mendem dengan citarasa sempurna
C. KOMPRESOR
Ini alat yang paling penting dalam dunia recording! berarti mengkompres sinyal audio agar rata dan halus, “level different” lebih kecil, juga agar level volume tidak “beradu” keras dengan instrumen
lain misal gitar dengan vokal “berhimpit”. tetapi jangan terlalu banyak menggunakan kompresor sehingga suara akan terdengar berada dalam “tekanan”.
D. EQUALIZER
Suatu proses rekaman yang sempurna akan memudahkan pekerjaan selanjutnya yaitu mixing. penggunaan equalizer BISA dinihilkan jika grafik respon frekuensi tergolong sempurna (sesuai dengan yang kita inginkan) namun hal ini jarang terjadi. biasanya kita masih tetap membutuhkan EQ untuk mem-boost frekuensi yang kita rasa kurang. tapi ada satu hal penting yang harus kita perhatikan disini, jangan pernah mem-boost EQ lebih dari 6dB. keaslian suara akan hilang dan biasanya tidak akan imbang dan tidak enak didengar.
E. SOFTWARE/VTS PLUG IN
Seperti reverb untuk mempercantik suara, gunakan pada kadar yang tipis pada umumnya. surround dan imager untuk penataan lebar sempitnya suara dan letak virtual sumber suara
 

 

 

 

Readmore...